Sistematika Proses Penyusunan Strategi part 1 : Analisa PESTEL dan Analisa Industri

Dari kuliah manajemen stratejik, saya baru mengetahui betapa rumitnya sebuah proses penyusunan strategi yang komprehensif dan ideal. Ya seringkali, proses penyusunan strategi di berbagai perusahaan acapkali tidak mematuhi kaidah-kaidah proses yang seharusnya dijalankan. Entah karena keterbatasan sumber daya ataupun keterbatasan waktu dan mungkin juga biaya. Bagaimana sistematika proses penyusunan strategi yang baik dan benar?

Menurut Fred R David dan Forest R David dalam bukunya Strategic Management Concepts A Competitive Advantage, dan dari mata kuliah manajemen stratejik yang saya ambil di PPM Manajemen, ada beberapa tahap penyusunan strategi perusahaan yang harus dilakukan.

Tahap pertama adalah melakukan analisa terhadap lingkungan eksternal. Metode ini dikenal dengan outside in. Yakni melihat terlebih dahulu apa yang ada dan apa yang terjadi diluar perusahaan, baru kemudian melihat kedalam. Ada juga yang menggunakan inside out. Yakni melihat kemampuan perusahaan baru kemudian melihat kondisi luar perusahaan. Mana yang lebih baik, masih menjadi perdebatan diantara pakar manajemen. Saya pribadi lebih cenderung memilih inside out.

Analisa lingkungan eksternal dapat dilakukan dengan sejumlah metode. Yang paling populer penggunaannya adalah Analisa PESTEL (politik, ekonomi, social dan teknologi serta lingkungan), atau cukup dengan PEST saja (tanpa faktor lingkungan).  Dari analisa PESTEL ini akan diperoleh sejumlah ancaman dan peluang yang dihadapi oleh sebuah industri. Karena sifatnya masih makro, analisa PESTEL ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi environment yang dihadapi oleh sebuah industri, bukan sebuah perusahaan.

Metode lain yang dapat dipergunakan untuk analisa lingkungan eksternal, adalah dengan menggunakan metode Analisa Industri dengan menggunakan Porter Five Forces yang terdiri dari tekanan pendatang baru, tekanan persaingan, tekanan pelanggan, tekanan pemasok dan tekanan produk pengganti. Sama dengan Analisa PESTEL, dari metode Porter Five Forces juga dapat diperoleh ancaman dan peluang yang dihadapi oleh sebuah industri. Sedikit berbeda dengan analisa PESTEL, metode Porter ini dapat mengkaitkan sedikit mengenai kondisi perusahaan.

Dengan menggunakan metode Porter ini kita akan mendapatkan key success factor yang harus dimiliki oleh sebuah perusahaan untuk dapat bersaing didalam sebuah industri. Dari beragam key success factor ini kita dapat menentukan critical success factor, yang merupakan faktor pemicu atau kegagalan sebuah perusahaan dalam bersaing. Selain itu, dengan metode porter kita dapat menentukan analisa kemampulabaan atau profitabilitas sebuah perusahaan didalam sebuah industri. Cara sederhananya adalah dengan menganalisa sejauhmana pengaruh dari masing-masing kelima tekanan tersebut terhadap daya saing perusahaan.

 

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s