Sistematika Proses Penyusunan Strategi part 2 : Competitive Profile Matrix, Internal Factor Evaluation, dan Analisa SWOT

Setelah melakukan analisa lingkungan eksternal, yang dilakukan selanjutnya dalam proses penyusunan strategi adalah, melakukan analisa internal yang dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai metode, seperti audit internal, analisa value chain, serta melakukan competitive profile matrix serta internal factor evaluation.

Secara umum, definisi Competitive Profile Matrix adalah sebuah alat manajemen strategis yang penting untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan pesaing utama dalam hubungannya dengan posisi strategis perusahaan.  Competitive Profile Matrix disusun dengan cara membandingkan key success factor dan critical success factor yang dimiliki oleh sebuah perusahaan dengan para pesaingnya. Dari sini dapat diketahui seberapa kuatnya posisi perusahaan dibandingkan dengan pesaing.

Setelah melakukan analisa Competitive Profile Matrix, langkah selanjutnya dalam proses penyusunan strategi adalah dengan menyusun Internal Factor Evaluation, untuk melihat kuat atau lemahnya kondisi internal sebuah perusahaan. Berbeda dengan EFE (ExternalFactor Evaluation) yang bertujuan untuk merangkum dan mengevaluasi informasi ekonomi, sosial, budaya, demografi, lingkungan, politik, pemerintah, hukum, teknologi, dan persaingan. Hal-hal yang menjadi faktor pembanding dalam CPM dimasukkan sebagai faktor yang dievaluasi dalam IFE.

IFE dan EFE ini kemudian dikombinasikan mengevaluasi kekuatan dan kelemahan utama dalam berbagai bidang fugsional dari suatu usaha dan matriks ini juga memberikan dasar untuk mengenali dan mengevaluasi hubungan di antara bidang-bidang ini ditambah dengan hasil audit internal serta analisa value chain. Hasil dari IFE dan EFE kemudian dibuatkan dalam internal dan eksternal matrix, yang menggambarkan posisi sebuah perusahaan dalam sebuah industri. Hal ini akan mempengaruhi bentuk strategi. Semakin baik posisi perusahaan di IE matrix, maka akan memungkinkan perusahaan untuk melakukan strategi agresif seperti mengembangkan market share menjadi lebih besar lagi.

Yang berikutnya adalah melakukan analisa SWOT, atau memetakan kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang dimiliki oleh sebuah perusahaan. Secara umum, analisa SWOT ini mudah sekali untuk disusun, dan berdasarkan pengalaman praktis saya memang demikian adanya. Namun dalam penyusunan strategi yang  sistematis, faktor-faktor yang dievaluasi dalam SWOT ini merupakan faktor-faktor pengaruh yang tercantum dalam IFE dan EFE. Jadi menyusun SWOT tidak boleh sembarangan, atau berlandaskan asumsi semata.

 

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s