Sistematika Proses Penyusunan Strategi Part 3 : Analisa QSPM, Peta Strategi dan Balanced Scorecard

Pada intinya, analisa internal dan eksternal yang dilakukan dalam proses penyusunan strategi bertujuan untuk mencari SWOT. Analisa internal bertujuan untuk mencari kekuatan dan kelemahan. Sedangkan analisa eksternal bertujuan untuk mencari peluang dan ancaman yang akan dihadapi oleh perusahaan. Dari pemetaan SWOT tersebut selanjutnya yang dilakukan oleh formulasi strategi dengan membandingkan antara strength dan opportunities, weakness dengan opportunities, strength dan threat, dan weakness dengan threat.

Dari strategi yang telah diformulasikan maka selanjutnnya diperlukan evaluasi kembali untuk alternative mana yang lebih diprioritaskan dengan menggunakan evaluasi bobot strategi dalam QSPM. QSPM merupakan alat analisis yang memungkinkan para penyusun strategi mengevaluasi berbagai strategi alternatif secara objektif, berdasarkan pada faktor-faktor keberhasilan penting eksternal dan internal yang diidentifikasi sebelumnya. Seperti halnya berbagai alat perumusan strategi lainnya, QSPM juga membutuhkan penilaian intuitif yang baik. Secara khusus, QSPM berisi informasi yang diperoleh secara langsung dari Matriks EFE dan IFE. Pada kolom yang berdampingan dengan faktor-faktor keberhasilan penting tersebut, bobot masing-masing faktor sama dengan bobot seperti yang tertera dalam Matriks EFE dan Matriks IFE. Baris teratas QSPM berisi strategi-strategi alternatif yang diperoleh dari Matriks SWOT.

Setelah melakukan analisa QSPM, langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah memetakan strategi. Peta strategi adalah diagram yang digunakan untuk mendokumentasikan tujuan strategis utama dari organisasi atau tim manajemen. Ini adalah unsur yang terkait dengan Balanced Scorecard. Peta Strategi dapat digunakan dalam pengaturan apapun tetapi secara tradisional digunakan untuk mengekspresikan empat tujuan bisnis utama. Tujuan keuangan adalah yang paling umum, dan peta menunjukkan langkah-langkah yang diperlukan untuk meningkatkan posisi keuangan perusahaan.

Konsep Balance Scorecard dikembangkan oleh Robert S. Kaplan dan David P. Norton yang berawal dari studi tentang pengukuran kinerja di sektor bisnis pada tahun 1990. Balance Scorecard adalah suatu konsep untuk mengukur apakah aktivitas-aktivitas operasional suatu perusahaan dalam skala yang lebih kecil sejalan dengan sasaran yang lebih besar dalam hal visi dan strategi.

Balance Scorecard melakukan pengukuran terhadap 4 perspektif, yaitu perspektif finansial, customer, bisnis internal dan pertumbuhan dan pembelajaran. Dalam Balanced Scorecard, keempat persektif tersebut menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Keempat perspektif tersebut juga merupakan indikator pengukuran kinerja yang saling melengkapi dan saling memiliki hubungan sebab akibat.

Manfaat yang bisa didapatkan dari penyusunan strategi secara sistematis adalah meningkatkan kemampuan analisa terhadap berbagai kondisi yang ada disekeliling organisasi, baik secara makro, eksternal dan internal, meningkatkan pemahaman terhadap berbagai disiplin ilmu seperti manajemen keuangan dan juga manajemen pemasaran, meningkatkan kemampuan penalaran yang logis terhadap hubungan sebab akibat dari berbagai data-data dan informasi yang dimiliki dan juga meningkatkan intuisi terhadap strategi yang telah disusun.

 

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s