Apa Yang Bisa Kita Pelajari Dari Skandal Emisi Mitsubishi

Mitsubishi

Setelah skandal laporan keuangan Toshiba, dunia usaha Jepang yang sarat akan nilai-nilai positif kembali tercoreng akibat adanya pemalsuan data uji keekonomisan bahan bakar demi membuat level emisi terlihat lebih menguntungkan. Iritnya bahan bakar yang dikonsumsi oleh produk otomotif menjadi salah satu alasan calon konsumen sebelum mempertimbangkan untuk melakukan pembelian. Produsen produk otomotif berlomba-lomba untuk memiliki keunggulan pada aspek yang satu ini, dan juga berlomba-lomba untuk mengkomunikasikan hal ini untuk mendongkrak penjualannya. Karenanya, konsumen marah besar ketika mengetahui bila mereka dibohongi.

Reputasi dan Kepercayaan Konsumen Menurun

Akibat dari skandal ini jelas akan merugikan banyak pihak, terutama dari Mitsubishi. Harga saham dari Mitsubishi Motor langsung anjlok 12 persen, menandakan kepercayaan yang menurun terhadap produsen mobil terbesar keenam di Jepang. Reputasi Mitsubishi benar-benar tercoreng, bukan hanya dari sisi konsumen perorangan tetapi juga dimata Nissan yang memesan sejumlah mobil.

Tuntutan Hukum Dari Konsumen

Selain menurunnya kepercayaan dari konsumen, Mitsubishi Motor juga mungkin akan menghadapi tuntutan hukum dari konsumen sebagai bentuk adanya ketidakpuasan. Tuntutan hukum akan berdampak lanjutan yakni tercorengnya reputasi, dan adanya tambahan biaya yang timbul dari tuntutan hukum. Sekedar informasi Produsen otomotif Korea Selatan Hyundai Motor Co dan afiliasinya Kia Motors Corp pada 2014 menghadapi gugatan dari konsumen-konsumennya.

Adanya Tambahan Biaya

Skandal pemalusan data uji ekonomis bahan bakar ini pastinya akan menimbulkan biaya tambahan seperti biaya untuk menyelenggarakan penyelidikan secara global, biaya penarikan produk dari konsumen, biaya sosialisasi atas penarikan tersebut, biaya denda yang mungkin akan dikenakan oleh Pemerintah Jepang, dan juga biaya atas gugatan hukum yang mungkin akan dilayangkan oleh para konsumen yang merasa dirugikan.

***

Dampak-dampak ini adalah konsekuensi yang harus dihadapi oleh Mitsubishi Motor atas praktek usaha yang tidak sesuai dengan peraturan, dan juga karena lemahnya pengawasan yang mungkin saja dilakukan oleh Manajemen Mitsubishi Motor. Karena itu, skandal ini hendaknya menjadi pembelajaran dan contoh berharga bagi kita untuk senantiasa menerapkan integritas dalam berusaha, menjalankan praktek bisnis yang sesuai dengan aturan, serta selalu berkomunikasi dengan terbuka kepada setiap pemangku kepentingan. Patut diapresiasi, bahwa Manajemen Mitsubishi sendirilah yang membuat pengakuan ini dan secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada publik. Untuk sementara itu, semoga ada solusi yang baik untuk semua pihak.

 

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s