Menetapkan Pasar Secara Luas dan Pengaruhnya Terhadap Strategi Branding

Expanding Market Definition

Langkah paling pertama dalam menetapkan strategi pemasaran adalah dengan terlebih dahulu menetapkan pasar mana yang akan dimasuki oleh sebuah produk atau jasa. Untuk itu, pasar yang akan dimasuki perlu didefinisikan terlebih dahulu dengan mantap. Karena hal ini akan mempengaruhi siapa saja yang akan menjadi kompetitor anda, dan tentunya mempengaruhi langkah-langkah apa yang akan anda pilih untuk memenangkan persaingan.

Mendefinisikan pasar secara luas juga akan mempengaruhi jumlah demand dari pasar (market demand), potensi yang dimiliki oleh sebuah pasar (market potential), dan juga market share dari produk anda. Ada 2 cara utama untuk mendefinisikan pasar. Yang pertama adalah broad market definition, dengan mendefinisikan pasar secara lebih luas. Contohnya misalnya, sebuah produsen minuman berkarbonasi seperti Coca Cola. Jika Coca Cola menentukan pasarnya berada pada industri soft drink semata, maka market share, market potential dan market demandnya akan berbeda jika misalnya Coca Cola menentukan pasarnya berada di industri minuman tidak beralkohol misalnya.

Mendefinisikan pasar secara luas bukan cuma hanya dilihat dari jangkauan atau besarannya industri, tetapi juga dapat dilihat dari faktor geografisnya. Sebuah produk mau dipasarkan ditingkat lokal, nasional atau bahkan internasional? Hal ini lagi-lagi akan mempengaruhi sudut pandang sebuah perusahaan dalam memasarkan produknya.

Cara kedua adalah mendefinisikan pasar secara terbatas (narrow market definition). Mendefinisikan pasar secara terbatas bukan berarti tidak bagus. Selama perusahaan memiliki keunggulan yang kuat dan pasar yang fokus itu memiliki pertumbuhan diatas rata-rata, maka narrow market definition adalah langkah lain yang dapat dipertimbangkan untuk memasarkan produk. Ambil contoh misalnya Red Bull sebagai minuman berenergi. Red Bull merupakan pemimpin dari pasar minuman berenergi di Eropa. Hal ini dilakukan memang dengan mempertimbangkan kekuatan dari Red Bull itu sendiri.

Dari pendefinisian pasar ini, akan mempengaruhi bagaimana strategi branding sebuah perusahaan. Ambil contoh misalnya Starbucks yang menanggalkan kata Coffee pada logo mereka. Hal ini memungkinkan Starbucks memasuki pasar yang sama sekali tidak berkaitan dengan pasar minuman kopi. Atau juga contohnya lainnya di industri keuangan dimana CitiBank sudah lama juga menanggalkan kata bank pada logonya, menandakan perluasan layanan yang dilakukan oleh Citi tidak hanya sebatas pada layanan perbankan, tetapi menyeluruh pada sektor keuangan.

Di Indonesia, Bank Mandiri, juga mulai menanggalkan Bank pada logonya. Dengan hanya meninggalkan mandiri saja, Mandiri memperluas layanannya pada seluruh layanan di sektor keuangan. Dengan brand yang sudah tinggi nilainya, tidak sulit bagi layanan Mandiri di sektor keuangan lainnya untuk mendapatkan manfaat brand awareness Mandiri.

 

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s