Bolehkah Memanfaatkan CSR Sebagai Media Promosi?

Blue Bird Yellow Junction Box

Kehebohan penggunaan logo Blue Bird pada Yellow Box Junction disejumlah jalan raya membuat para netizen bertanya apakah hal tersebut boleh dan pantas untuk dilakukan? Jawaban dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta  yang mengatakan bahwa hal tersebut adalah logo tersebut merupakan bentuk program Corporate Social Responsibility dari Blue Bird. Yang menjadi pertanyaan kemudian adalah apakah perusahaan boleh memanfaatkan CSR sebagai media promosi?

Jika kita merujuk pada peraturan yang berlaku di Indonesia, jawaban dari pertanyaan tersebut adalah boleh. Karena dalam sepengetahuan saya, tidak ada peraturan di Indonesia yang mengatur mengenai hal tersebut. Karena tidak ada peraturan yang mengatur, maka dianggap boleh. Selain itu, dalam kenyataannya, pemanfaatan CSR sebagai salah satu media promosi, banyak perusahaan yang melakukannya. Artinya, banyak perusahaan yang menempatkan logo mereka pada kegiatan atau program CSR.

Hal ini juga bukan hanya dipandang sebagai sebuah aktivitas promosi saja, tetapi juga sebagai sebuah bentuk keterbukaan informasi. Ambil contoh misalnya, sebuah perusahaan memberikan sumbangan berupa gerobak dagang kepada para pedagang kaki lima, maka perusahaan tersebut tentu akan memaksimalkan penempatan logo perusahaan bahwa perusahaan ada, dan peduli kepada para pedagang kaki lima. Dari perspektif keterbukaan informasi, hal ini menandakan bahwa CSR tersebut dibiayai oleh perusahaan yang bersangkutan.

Tapi ketika menjawab pertanyaan apakah hal tersebut pantas untuk dilakukan, barangkali kita harus menanyakan secara lebih spesifik. Pertama adalah apakah boleh menempatkan logo perusahaan pada fasilitas umum? Hal tersebut tentu masih dapat diperdebatkan. Karena sepengetahuan dan sepengamatan saya, belum pernah ada perusahaan lain yang melakukan seperti apa yang dilakukan oleh Blue Bird. Dari perspektif peraturan, sepengetahuan saya (mohon di koreksi bila ada yang mengetahui) bahwa tidak ada peraturan yang mengatur mengenai hal tersebut.

Kedua, apakah Blue Bird membayar sejumlah kompensasi untuk penempatan logo tersebut? Jika iya, maka hal tersebut dapat dikategorikan sebagai iklan. Dan pemanfaatan fasilitas umum untuk iklan, jelas adalah sebuah bentuk pelanggaran. Ketiga, ketika diawal penawaran kepada Blue Bird, apakah  perusahaan lain mendapatkan hak yang sama atau penawaran yang sama? Artinya jika bukan hanya Blue Bird yang ditawari oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, maka hal tersebut bukanlah sebuah bentuk privilege kepada satu pihak tertentu saja.

Kesimpulannya, adalah secara umum perusahaan boleh memanfaatkan CSR sebagai media promosi, selama belum ada peraturan yang mengatakan boleh atau tidak. Tapi karena apa yang dilakukan oleh Blue Bird ini merupakan hal yang baru, maka apa yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menjadi preferensi bagi perusahaan lain yang ingin mengikuti jejak Blue Bird. Jika Blue Bird boleh, berarti perusahaan saya boleh juga dong?

 

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s