Pengaruh Faktor Budaya Lokal Terhadap Perubahan Organisasi

Culture Change Management

Proses perubahan yang dilakukan sering kali hanya berbentuk strategi semata, dalam artian tidak memperhatikan aspek orang-orang atau karyawan yang berada didalam perubahan dan menjadi obyek yang dilakukan oleh perubahan, termasuk salah satunya adalah aspek budaya yang melekat pada orang-orang yang berada didalamnya. Apalagi budaya pada orang-orang yang sudah berada dalam tahapan comfort zone.

Hal ini terjadi pada Red Dragon Roaring Hotel yang merupakan hotel pemerintah Tiongkok. Berlokasi di Tiongkok Selatan, Red Dragon Roaring Hotel merupakan hotel bintang 3 yang berdiri sejak tahun 1950 dan dahulunya merupakan hotel dengan tingkat kunjungannya tinggi. Hal ini terjadi karena penerapan budaya Guanxi yang menekankan pada unsur kedekatan dan koneksi untuk kepentingan bisnis bagi para pengusaha di Tiongkok. Dari Guanxi, Red Dragon Roaring Hotel mendapatkan bisnisnya, dan karena itu karyawan dari Red Dragon Roaring Hotel merasa terlena karena tidak perlu bekerja keras sudah pasti mendapatkan bisnis sehingga terjebak dalam comfort zone.

Sehingga ketika terjadi perubahan dari manajemen lama kepada manajemen dari jaringan Hotel International yang dipimpin oleh General Manager Paul Fortune, banyak karyawan yang menolak perubahan terjadi karena sudah terbiasa dengan pola kerja yang lama sementara adanya perubahan menghendaki manajemen hotel yang modern dengan sistem kerja terjadwal, meningkatkan kualitas pelayanan dan perubahan dari hotel bintang tiga menjadi bintang lima.

Salah satu permasalahan yang penting adalah keputusan dari manajemen baru untuk tidak memperkerjakan lagi karyawan-karyawan yang memiliki guanxi yang tinggi, serta memutuskan hubungan kerjasama yang sudah terjalin baik dengan agen perjalanan Nu Fu yang banyak mendatangkan bisnis bagi Red Roaring Dragon Hotel.

Kehilangan potensi bisnis ini terus mendatangkan efek domino yang bersifat negatif bagi upaya perubahan yang dilakukan oleh manajemen baru Red Roaring Dragon Hotel. Penurunan jumlah tamu, berujung pada penurunan pendapatan, lalu pengurangan karyawan dan menurunnya moral karyawan Red Roaring Dragon Hotel. Sudah begitu pengurangan karyawan yang dilakukan adalah pengurangan karyawan muda usia, sehingga menyisakan Red Roaring Dragon Hotel dengan karyawan usia lanjut.

Keputusan Paul Fortune yang menyingkirkan karyawan dengan budaya guanxi tinggi dilakukan tanpa memahami budaya bisnis di Tiongkok yang sangat menekankan pada budaya guanxi dapat dinilai menjadi faktor dominan gagalnya perubahan yang dilakukan oleh Red Dragon Roaring Hotel . Apalagi budaya guanxi sudah sangat melekat pada kalangan bisnis di Tiongkok.

Berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Charles Ghosn ketika melakukan perubahan di Nissan. Walaupun Fortune dan Ghosn sama-sama melibatkan tokoh lokal dalam manajemen, hasil yang diraih Charles Ghosn bertolak belakang karena Charles Ghosn sangat memperhatikan budaya orang Jepang dan sangat “menjaga muka” orang Jepang.

Faktor budaya lokal, karenanya harus diperhatikan pada beberapa langkah perubahan Kotter, terutama pada tahap guiding coalition, membangun visi perubahan khususnya pada strategi perubahan, mengkomunikasikan visi perubahan, dan pada tahap empowering action. Hal ini terjadi karena pada tahap-tahap tersebutlah budaya lokal dapat mempengaruhi orang dalam merespon perubahan yang sedang dilakukan.

 

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s