Bisakah Kopi Luwak Mengalahkan Starbucks?

Kopi Luwak

Salah satu produk kopi Indonesia yang kemasyhur dilidah penikmat kopi adalah kopi luwak. Kualitas rasanya dianggap mengalahkan kopi produksi Starbucks. Tapi sayangnya hingga saat ini belum ada yang bisa mengalahkan hegemoni Starbucks di industri kopi. Dengan kualitas rasa yang jauh lebih baik, bisakah kopi luwak Indonesia mengalahkan Starbucks?

Sebelum bisa mengalahkan Starbucks, terlebih dahulu kita harus mengetahui keunggulan Starbucks. Dari sisi brand, Starbucks jelas memiliki keunggulan berkat promosi dan marketing yang sudah dilakukan. Dengan sangat cerdik dan jeli, Starbucks (dan juga retailer multinasional lainnya) memposisikan diri tidak sebagai penjual minuman atau makanan semata. Starbucks menjual “lifestyle” atau gaya hidup. Meminum starbucks diasosiasikan dengan gaya hidup modern, metropolis, sebagai bagian dari kaum urban atau mungkin juga socialita. Atau katakanlah Starbucks menjual gaya hidup “nongkrong”. Hal ini cocok dengan budaya Indonesia yang senang “berguyub” berkumpul dan berbicara.

Brand Starbucks begitu kuatnya sehingga relatif tidak bergeming diserang dengan isu “Anti Amerika” atau isu “Yahudi” dan terbaru dengan isu LGBT sekalipun. Buktinya masih banyak orang yang asik menyeruput kopi di Starbucks.

Keunggulan berikutnya adalah Starbucks memiliki standar yang terjaga. Pengawasan mutu dan standar rasa pada produk terjaga dari kedai di Amerika hingga di Sarinah sama rasanya. Starbucks bahkan memiliki mesin pembuat kopi sendiri yang tidak mereka jual kepada siapapun juga demi menjaga kekhususan cita rasa Starbucks. Walaupun memang akhir-akhir ini Starbucks mendapatkan tuntuan hukum dari sejumlah pelanggannya termasuk Stacey Pincus.

Dengan dua keunggulan Starbucks tersebut, bisakah Kopi Luwak mengalahkan Starbucks? Sementara Coffe Bean dan Excelso saja masih ketinggalan jauh dari Starbucks?

Bisa. Pertama adalah positioning yang jelas akan Kopi Luwak. Kualitas rasa dari Kopi Luwak sudah sangat populer dikalangan pencinta kopi di belahan dunia manapun. Jika Starbucks diposisikan sebagai lifestyle, maka Kopi Luwak hendaknya diposisikan kepada mereka yang benar-benar mencintai kopi. Die Hard Fans dari kopi. Bagaimana kemudian dengan branding, promosi dan segala detail dari pemasaran? Hal ini tentu perlu digali lebih dalam lagi dengan mencari nama brand yang paling tepat.

Hal lain yang perlu diperbaiki adalah perbaikan manajemen operasional dari pengelolaan kedai kopi dengan standarisasi mutu yang senantiasa terjaga. Ini penting untuk memastikan keberlangsungan dari Kopi Luwak.

 

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhruroji Hasan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s