Sejarah Dibalik Kampanye Intel Inside

Intel Inside

Kampanye pemasaran Intel Inside dianggap sebagai salah satu kampanye pemasaran terbaik didunia. Kampanye tersebut dilakukan tahun 1991 dan telah merubah wajah microprocessor menjadi salah satu brand dengan value yang tinggi. Siapa yang membayangkan microprocessor bisa diberi nama dan mengangkat value Intel menjadi salah satu perusahaan paling dihormati didunia?

Adalah Dennis Carter seorang asistrn teknis dari CEO Intel ketika itu, Andy Grove yang memberikan rekomendasi tersebut. Andai rekomendasi tersebut tidak disetujui, mungkin saja Intel tidak akan menjadi perusahaan seperti saat ini. Dennis Carter menilai bahwa saat itu Intel terlalu memfokuskan upaya pemasarannya kepada para teknisi perusahaan manufaktur komputer. Ia menganggap bahwa semakin tergerusnya peran teknisi dalam menentukan microprocessor apa yang akan dipergunakan akan mengganggu hegemoni Intel. Permasalahannya adalah produk Intel yang terbaru ketika itu tidak laku dipasaran.

Dennis Carter kemudian merekomendasikan bahwa pemasaran Intel harus diperluas kepada end user, yakni para pembeli dan pengguna komputer, bukan hanya kepada perusahaan manufaktur komputer. Pesan inti yang coba dibangun adalah produk chips yang lebih baik akan memberikan performa yang lebih baik dan bahwa produk Intel lebih baik daripada para pesaingnya.

Upaya tersebut belum membuahkan hasil. Kampanye iklan gagal total. Kendati demikian Andy Grove tetap memberikan kepercayaan kepada Dennis Carter. Produk 286 yang dianggap superior digantikan dengan produk 386. Kampanye 386 Inside A Circle berhasil mendorong penjualan komputer yang menggunakan 386. Tetapi kemudian Carter menemukan bahwa produk dengan menggunakan angka tidak bisa dipatenkan sehingga ia menilai semua produk Intel harus memiliki umbrella brand. Saat itu riset yang dilakukan mengatakan bahwa Intel adalah brand yang baik.

Sejumlah agency menyampaikan proposal untuk taglinenya. Pada akhirnya yang menarik perhatian Intel, The Computer Inside. Tapi tagline tersebut dikhawatirkan mengganggu perusahaan manufaktur komputer. Solusi yang kemudian dilakukan adalah dengan menggunakan corporate advertising, yakni memberi kebebasan kepada perusahaan manufaktur komputer untuk membangun kredibilitas berdasarkan unit intel yang terjual. Intel membayar separuh dari biaya promosi manufaktur komputer. Intel hanya meminta logo Intel Inside ditempatkan pada iklan manufaktur komputer.

Banyak pengamat memperkirakan bahwa langkah ini akan mengalami kegagalan. Namun pada kenyataannya Dell saat itu bergabung, disusul dengan IBM. Sekarang, ketika para calon konsumen hendak membeli komputer atau laptop, pertanyaan Intel apa yang ada didalamnya, selalu menjadi pertimbangan untuk membeli.

Jadi apa yang bisa kita pelajari? Pertama, bahwa hampir semua produk dan jasa bisa diberikan brand. Tergantung cara dan strateginya. Kedua, brand meningkatkan value dari sebuah produk jika berhasil dilakukan. Ketiga, membangun sebuah brand butuh perencanaan dan eksekusi serta waktu.

 

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s