Apa Yang Kita Bisa Pelajari Dari Blunder Komunikasi Isyana Sebagai Brand Ambassador Tokopedia?

Isyana Sarasvati

Beberapa hari yang lalu sosial media dan media mainstream ramai membahas mengenai ucapan Isyana Sarasvati, brand ambassador Tokopedia mengenai ketakutannya dalam melakukan belanja online . Hal ini jelas bertentangan dengan Tokopedia dan peran Isyana Sarasvati sebagai brand ambassador dari sebuah situs e-commerce. Apa yang kita bisa pelajari kemudian dari blunder komunikasi ini?

Berita soal aku ga berani belanja online memang benar, kalau bukan di Tokopedia 🙂

Isyana Sarasvati @isyanasarasvati 19 Mei 2016

Respon yang cepat dari Isyana untuk menanggapi hal tersebut dan meminta maaf adalah sebuah hal yang patut diapresiasi. Meskipun memang agak terkesan “ngeles” pada awalnya. Persepsi konsumen terhadap Isyana terhadap brand ambassador Tokopedia langsung tercoreng dimata masyarakat. Konsumen Tokopedia mungkin belum akan langsung percaya statement “ngeles”nya Isyana Sarasvati.

Brand ambassador Tokopedia tersebut kemudian juga memberikan penjelasan bahwa pernyataan tersebut dilontarkannya dalam konteks memilih baju di toko online. Permasalahannya di Tokopedia juga dijual produk-produk fashion untuk wanita. Jika saya adalah marketing manager dari sebuah produk fashion yang dijual di Tokopedia, saya pasti akan meradang dengan pernyataan Isyana tersebut. Lebih luas lagi sebagai brand ambassador dari sebuah perusahaan e-commerce, menyebut bahwa dirinya takut berbelanja online, itu sama saja dengan menyerang industri e-commerce, industri dimana Tokopedia bersaing.

Saya kira, kendati Isyana sudah melakukan upaya-upaya klarifikasi, akan butuh waktu bagi masyarakat untuk menilai positif korelasi Isyana dan Tokopedia. Padahal Isyana Sarasvati dalam pandangan profesional saya telah sangat berhasil dalam berkontribusi untuk menjadikan Tokopedia sebagai top of mind perusahaan e-commerce dimata masyarakat. Sejumlah iklan, termasuk di radio, dalam pandangan saya sangat sukses dalam membentuk perspepsi masyarakat.

Permasalahannya adalah brand ambassador sangat berkaitan erat dengan brand personality yang coba dibangun oleh sebuah produk. Jika sebuah produk ataupun sebuah brand diberikan personality, maka brand ambassador adalah gambaran menyeluruh mengenai image yang coba dibangun. Artinya sikap, perbuatan, bahkan perkataan dari brand ambassador akan sangat berkaitan erat dengan sebuah produk yang diendorsenya. Jadi statement dari Isyana mengenai dirinya takut berbelanja online adalah sebuah blunder komunikasi yang fatal.

Tokopedia, dalam pandangan saya, harus melakukan assessment dampak pernyataan Isyana Sarasvati terhadap brand image Tokopedia dan melakukan perbandingan apakah nilai kontribusi dari Isyana Sarasvati sebagai brand ambassador Tokopedia masih relevan atau tidak. Bahkan dalam tingkat yang paling ekstrem, tidak menutup kemungkinan, jika terjadi penurunan kepercayaan masyarakat terhadap Tokopedia yang bisa ditandakan oleh penurunan visit, penurunan transaksi jual beli, dan indikator lainnya, Tokopedia mungkin harus mempertimbangkan untuk mencari brand ambassador yang lain.

 

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s