#MomenPalingDitunggu : Kecerdikan Coca Cola Memanfaatkan Prilaku Konsumen dan Puasa Ramadhan

Bulan puasa Ramadhan adalah salah satu momen yang paling istimewa bagi masyarakat Indonesia. Sejumlah kebiasaan yang telah menjadi berbagai ragam kebudayaan menjadi sebuah hal yang begitu menarik. Karenanya bulan puasa Ramadhan juga menjadi kesempatan bagi banyak produsen untuk meningkatkan penjualan. Hal ini terlihat dari begitu gencarnya dan begitu istimewanya iklan-iklan banyak produk di bulan Ramadhan, yang tentunya berbeda dengan bulan-bulan lainnya.

Jika kita perhatikan ada dua tematik pesan dari iklan produk, yakni yang pertama adalah memanfaatkan momentum kegiatan ibadah puasanya sendiri, biasanya untuk produk makanan dan minuman seperti sirup, biskuit dan lain sebagainya. Yang kedua adalah memaksimalkan nilai filosofis dari puasa Ramadhan seperti kebaikan, amal ibadah dan lain sebagainya.

Salah satu produk yang cukup cerdik memanfaatkan dan memaksimalkan nilai filosofis dari puasa Ramadhan adalah Coca Cola dengan pesan utama momen paling ditunggu. Pemantauan saya, Coca Cola baru menayangkan 2 versi iklan Momen Paling DItunggu dalam bentuk tvc. Yang pertama menceritakan suasana berbuka puasa disebuah keluarga, dan yang kedua adalah menceritakan seorang anak muda yang berjuang untuk tetap berpuasa.

Dengan cerdik, Coca Cola mampu melihat budaya dan prilaku masyarakat Indonesia yang mengistimewakan momen berbuka puasa bersama keluarga dan kerabat. Coca Cola dengan jeli melihat prilaku konsumen dan membuat stimuli-stimuli dalam iklannya yang membuat siapapun yang melihatnya merasa terikat dengan iklan tersebut dan karenanya ada peluang untuk semakin terikat dengan Coca Colanya.  Ada momen yang membahagiakan disitu. Dan Coca Cola dengan jeniusnya memanfaatkan ini selaras dengan brand essencenya, yakni sebagai produk minuman yang fun dan keren yang selalu mendampingi konsumennya dalam setiap momen yang berkesan.

Pada iklan momen paling ditunggu versi kedua, Coca Cola juga dengan sangat cerdiknya, mampu menyindir budaya yang biasa jua terjadi saat bulan puasa Ramadhan, yakni kebiasaan untuk membatalkan ibadah puasa tanpa alasan tertentu. Dalam hal ini, yang coba digambarkan adalah bagaimana seorang pemuda mendapatkan godaan untuk berbuka puasa sebelum waktunya, termasuk godaan saat melihat segarnya Coca Cola. Dalam iklan ini, Coca Cola juga menyisipkan pesan yang sangat positif karena pada akhirnya si pemuda itu tetap bertahan dan mampu membuka puasa. Nikmatnya kemenangan menghadapi godaan dari orang-orang yang mengajak untuk membatalkan puasa sebelum waktunya digambarkan dengan nikmatnya si pemuda itu menikmati segelas coca cola yang segar.

Dalam pandangan profesional saya,Coca Cola dalam berbagai kesempatan momen dan peristiwa, selalu mampu mendeliver pesan-pesan yang ingin disampaikan dan dibangun dalam benak konsumennya. Coca Cola sebagai produk yang sudah sangat mapan reputasinya di Indonesia tentu sudah tidak berbicara lagi mengenai keunggulan dari produknya, tetapi sudah advance yakni bagaimana sebuah produk dapat berinteraksi dengan konsumennya. Coca Cola mampu membangun suasana, ambience dengan memanfaatkan prilaku konsumennya dalam memandang bulan Ramadhan.

 

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s