Rumah Hobbit dan Suasana Eropa, Cara Cerdas Farmhouse Memasarkan Produk

Farmhouse

Bicara tentang Bandung, saya akan selalu terkagum-kagum dengan kreativitas warganya. Banyak tempat-tempat pariwisata Bandung, khususnya di Lembang yang selalu menjadi pembicaraan seperti De Ranch, Kampung Gajah, Floating Market dan termasuk juga Farmhouse. Apa saja yang menarik dan istimewa dari Farmhouse?

Baca Juga : Warunk UpNormal, Bukti Keberhasilan Akan Kesederhanaan Inovasi & Kreativitas

Salah satu yang istimewa dari Farmhouse adalah tentu saja adanya Rumah Hobbit, yang betulan persis mirip seperti Rumah Hobbit yang bisa anda lihat pada film The Lord of The Rings dan The Hobbit. Ini adalah salah satu kejeniusan dari Farmhouse. Kehadiran tiruan atau replika dari rumah hobbit tersebut memiliki banyak manfaat untuk Farmhouse. Pertama, adalah memancing agar orang-orang tertarik untuk mengunjungi Farmhouse. Kedua, adalah, menimbulkan efek promosi secara massal dan gratis. Ratusan bahkan ribuan foto mengenai Rumah Hobbit bisa anda temui di Instagram, dengan foto-foto yang instagramable. Alhasil dampak kedua akan menimbulkan multiplier effect untuk dampak pertama.

Keistimewaan Farmhouse, bukan hanya terletak pada Rumah Hobbitnya semata. Farmhouse juga memiliki bangunan-bangunan dengan nuansa khas eropa, yang membuat kita benar-benar berasa di Eropa. Serupa dengan efek yang ditimbulkan dari Rumah Hobbit, kehadiran bangunan bergaya Eropa juga akan memancing orang tertarik berkunjung dan foto lalu kemudian mempostingnya di sosial media seperti Facebook, Twitter, Instagram dan Path.

Jadi, kehadiran Rumah Hobbit dan bangunan bergaya Eropa adalah daya tarik yang coba dibangun oleh Farmhouse, agar orang-orang tertarik mengunjungi Farmhouse. Farmhouse benar-benar membangun ambiencenya dengan sangat serius sehingga foto-foto yang dihasilkan oleh orang-orang yang mengunjungi Farmhouse, menjadi sangat layak diposting dan karenanya menimbulkan efek promosi gratis. Jadi sebenarnya, ketika anda mengunjungi Farmhouse, foto-foto lalu kemudian mempostingnya di sosial media apapun yang anda miliki, secara sadar atau tidak sadar, anda sedang mempromosikan Farmhouse.

Tapi, apakah Farmhouse hanya menjual ambience, atau suasana dan nuansa saja? Tentu tidak, karena jika anda perhatikan secara seksama, hampir setiap jengkal wilayah dari Farmhouse anda akan menemukan produk yang bisa anda beli. Mulai dari susu, roti, kopi, permen, bahkan hingga baju dan merchandise bisa anda temui dan pastinya bisa anda beli. Bahkan menurut saya, Farmhouse dengan sangat cerdasnya telah berhasil menjual sebotol susu ketika anda datang.

Coba anda bayangkan untuk dapat mengunjungi Farmhouse, maka anda hanya harus membayar tiket masuk sebesar Rp10.000 untuk kendaraan roda empat, dan tiket masuk per orang sebesar Rp20.000. Disinilah letak kecerdasan dari Farmhouse, dimana anda bisa menukarkan tiket masuk anda dengan 1 cup susu lembang ataupun sosis bakar. Secara sadar atau tidak sadar, anda sudah “dipaksa” untuk membeli produk yang dijual di Farmhouse.

 

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s