Mitos VS Fakta Dalam Jual Beli Emas Batangan

Emas Batangan

Emas merupakan salah satu alat transaksi pengganti mata uang yang memiliki nilai tukar yang stabil, bahkan jauh lebih stabil daripada nilai mata uang yang sekarang berlaku. Emas merupakan barang penting yang merupakan syarat bagi sebuah negara untuk membuat mata uang dan bahkan menjadi sebuah syarat untuk bisa mendirikan sebuah negara. Sayangnya masih banyak adanya persepsi ataupun isu-isu yang keliru mengenai jual beli emas batangan. Apa saja?

Transaksi emas batangan selain ditoko emas dan di tambang sewajarnya adalah dengan melakukan transfer uang terlebih dahulu baru emas batangan tersebut akan diantarkan kepada pembeli. Kebanyakan pembeli emas batangan menyamakan mekanisme pembelian ditambang dengan pembelian emas perhiasan dan emas batangan seperti di toko emas di perkotaan dengan meminta cash and carry.  Contoh nyata adalah dari trader resmi emas batangan adalah emas batangan dari Aneka Tambang. Untuk mendapatkan emas batangan sebesar 10kg di Aneka Tambang harus menunggu terlebih dahulu  minimal selama 2 minggu atau lebih.

Dalam jual beli emas, khususnya emas batangan, tidak ada diskon lebih dari 5% kcuali ditambang2 pelosok  dan kebanyakan yg menawarkan diskon 7-15% tidak bisa memberikan contoh produknya. Emas batangan paling maksimal bisa mendapatkan diskon pada kisaran 4 sampai 5%, sedangkan untuk emas perhiasan mendapatkan diskon maksimal mencapai Rp 2.000 hingga Rp3.000 per gramnya. Persepsi yang juga keliru adalah selama ini yang menentukan besaran fee dari mediasi adalah mediator. Padahal yang menentukan besaran diskon dan fee mediasi adalah kesepakatan antara pihak seller selaku pemilik barang dan pihak buyer selaku pemilik uang.

Emas batangan yang seyogya memang akan dijual tidak akan pernah ditempatkan pada bank karena memang di Indonesia tida ada prime bank atau bullion bank yang khusus untuk penyimpanan emas batangan sehingga bisa menerbitkan SKR. Selain itu emas yang ditempatkan kepada bank biasanya adalah untuk dijaminkan sebagai collateral atau agunan dalam proses kredit.

Hengyang Indonesia sebagai perusahaan jual beli emas batangan non logo bisa dibilang setaraf dengan King Halim ataupun UBS karena memiliki resourches sendiri (tambang sendiri) dan punya pabrik sendiri buat tempat pengolahan emas batangan menjadi perhiasan.

Hengyang Indonesia menerapkan mekanisme pembelian yang sama seperti  Aneka Tambang, karena Jakarta bukan merupakan wilayah tambang dan Hengyang Indonesia memiliki strorage diluar kota. Hengyang Indonesia tidak menempatkan emasnya di bank. Selain itu sebagai salah satu cara untuk meningkatkan trust dari masyarakat maka Hengyang Indonesia sekarang juga terjun di dunia perhiasan (jewellery).

Hengyang Indonesia juga memiliki standar etika tersendiri mengenai jual beli emas batangan dimana dilepas atau tidaknya emas batangan yg akan dibeli oleh buyer akan mempertimbangkan aspek-aspek penggunaan emas tersebut setelah akan dibeli, yakni prilaku pembeli dan apakah pembelian tersebut akan memberikan manfaat kepada masyarakat. Jadi Hengyang Indonesia tidak semata mata mementingkan transaksi jual beli. Hal ini dikarenakan mengingat pentingnya kegunaan dari emas batangan ini.

 

Untuk informasi lebih lengkap dapat mengunjungi website http://www.hengyang.co.id

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s