Belajar Memimpin Tim Dari Mengajari Anak Kecil

4 Simple Way To Direct Your Team

Putri saya, Khansa Tiara Althea diberikan tugas pekerjaan rumah oleh sekolahnya berupa lembar soal. Soalnya sederhana sebenarnya, ia harus menulis huruf A besar dan kecil serta B besar dan kecil. Tugas yang sederhana bagi kita ternyata bisa jadi sangat rumit bagi seorang anak kecil berumur 4 tahun. Tapi sebagai orang tua, saya dan istri saya berkewajiban untuk mengajari, dan mendidiknya agar ia bisa memenuhi tugas dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Tanpa saya sadari, ternyata manajemen termasuk diantara mengarahkan anggota tim anda sebenarnya tidak jauh berbeda dengan mengarahkan anak kecil mengerjakan tugas sekolahnya. Apa saja yang bisa kita pelajari?

Fokus

Khansa, putri saya lebih senang main-main ketimbang mengerjakan tugas sekolahnya. Begitu juga dengan anggota tim anda yang pastinya akan lebih senang mengakses sosial media atau browsing internet ketimbang bekerja. Karena itu anda harus mengingatkan tim anda untuk selalu fokus pada tujuan bersama dan apa manfaatnya bagi para anggota tim anda ketika mereka memenuhi tujuan bersama tersebut.

Ciptakan Kondisi Yang Mendukung

Apa jadinya jika anak kecil selalu dimarahi? Mereka pasti tidak akan senang dan cemberut. Prinsipnya sama saja sebenarnya. Siapa saja tidak suka berada dalam kondisi yang penuh dengan tekanan. Adalah tugas anda untuk menciptakan kondisi yang mendukung untuk motivasi kerja yang baik.

Ada Disisi Tim Anda dan Dengarkan Kesulitan Mereka

Pekerjaan rumah yang diberikan kepada Khansa jelas akan sangat mudah bagi saya. Tapi ternyata itu sulit bagi putri saya. Mungkin itu juga yang dirasakan oleh tim anda. Jadi binalah anggota tim anda dengan senantiasa berada disamping anggota tim anda. Jangan hanya menuntut anggota tim anda untuk selalu bisa menuntaskan tugasnya pada kesempatan pertama. Masalah akan selalu ada, dan mereka akan selalu butuh support anda.

Motivasi Dengan Reward dan Punishment Yang Jelas : Dan Tegaslah Akan Hal Itu

Anak kecil suka hadiah, siapapun suka hadiah. Semua akan termotivasi oleh positif. Jadi fokuskan pada reward, bukan hanya sekedar punishment. Khansa, putri saya meminta hadiah penghapus. Saya bilang kepadanya hadiah penghapus itu akan saya berikan setelah ia menyelesaikan seluruh tugas yang diberikan kepadanya. Janji saya langsung saya tepati ketika ia sudah berhasil menyelesaikan tugas yang diberikan kepadanya. Itu akan lebih memotivasi anggota tim anda. Dapatkan perhatian mereka dengan kasih sayang bukan rasa ketakutan akan ancaman.

Percayalah, jika anda bisa membuat anak kecil menyelesaikan tugas sekolahnya, dengan anak kecil itu tetap bahagia, maka anda bisa memimpin tim sesulit apapun.

 

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s