Akankah GrabFood Menjadi Pesaing Hegemoni GoFood?

GoFood V GrabFood

Setelah diluncurkan setahun lebih, Go-Jek dengan layanan Go-Food yang relatif nyaman menjadi market leader di jasa pesan dan antar makanan kedatangan pesaing baru yang tak lain dan tak bukan adalah “rival” abadi mereka Grab. Walaupun masih hadir dengan layanan beta, GrabFood punya potensi besar untuk “mengusik” posisi Go-Food. Apakah “perang” di ranah jasa pesan dan antar makanan akan terjadi?

Dengan segala rasa hormat kepada Food Panda, Klik-Eat dan Raja Makan, Grab Foodlah yang memiliki kemungkinan untuk menjadi pesaing utama dari GoFood. Model bisnis yang sama adalah alasan pertama. GoJek dan Grab sama-sama mengandalkan kekuatan dari jumlah driver yang banyak. Selain itu jumlah pengguna yang banyak juga menjadi potensi yang besar dari GrabFood untuk bersaing dengan GoFood. Kedua aspek tersebut saja, sudah menjadi senjata yang ampuh untuk menggeser posisi aplikasi pemesanan makanan lainnya.

Pertanyaannya adalah, bisakah GrabFood menggeser posisi Go-Food? Permasalahan utama dari GrabFood adalah Grab sudah ketinggalan momentum. Go-Food sudah bermain di pasar ini setahun lebih. Waktu yang cukup untuk membangun brand, dan kepercayaan dari para pengguna Go-Jek. Selama setahun itu, Go-Food dengan cepat berekspansi dari dua aspek, wilayah dan jumlah restoran. Grab Food, jelas punya banyak pekerjaan rumah untuk dilakukan.

Pekerjaan rumah pertama adalah strategi apa yang akan dipergunakan oleh GrabFood? Apakah GrabFood akan menantang Go-Food secara frontal, atau menggunakan flanking strategy, menyerang dari sisi-sisi. Layanan GrabFood yang saat ini hanya bisa diakses di Jakarta, sedikit banyak mengindikasikan GrabFood akan menantang Go-Food secara frontal. Tepat di “jantung” di Jakarta, kaum urban yang menjadi positioning utama dari Go-Food. Brand image yang kuat dari Grab besar kemungkinan akan dieksploitasi sedemikian rupa untuk mengkatrol brand image dari GrabFood.

Pekerjaan rumah kedua adalah dari aspek targetingnya. Jika Go-Food menyediakan restoran dari berbagai kelas, maka GrabFood dalam sejumlah pernyataan resminya menekankan hanya akan bekerjasama dengan restoran terbaik. Definisi terbaik ini apakah dari sisi rasa, atau kelas, hanya Grab yang tahu. Jika strategi GrabFood hanya menyasar restoran tertentu saja, dengan fokus niche atau fokus ekskulivitas, jelas ini bukan menjadi pilihan yang bijak. Jumlah mitra Go-Food yang sudah mencapai 37.000 adalah salah satu alasan kenapa orang mau menggunakan Go-Food. Jika GrabFood menyasar restoran tertentu saja, maka unsur kekayaan pilihan yang dinikmati oleh pengguna Go-Food tidak akan dinikmati oleh pengguna GrabFood.

Pekerjaan rumah ketiga adalah dari sisi promosi, khususnya dari strategi harga. Keputusan awal GrabFood untuk menetapkan gratis ongkos kirim dan diskon sejumlah makanan adalah strategi yang umum dilakukan oleh pemain baru disebuah pasar. Tujuannya adalah merebut sebagian porsi dari “kue” yang ada dalam satu periode waktu tertentu. Yang akan jadi menarik adalah respon Go-Food terhadap strategi GrabFood yang sedang melakukan promosi. Apakah Go-Food akan “tega” “membunuh” GrabFood diawal kelahirannya dengan cara melakukan hal yang sama?

Opsi ini rasanya tidak akan diambil oleh keduanya. Seharusnya Go-Jek dan Grab belajar dari “perang” harga yang mereka lakukan di pasar ojek digital yang menyebabkan mereka berdua “berdarah-darah”. Daripada bertarung merebutkan porsi pada “kue” yang ada, akan lebih baik jika Go-Jek dan Grab memperbesar “kue”nya terlebih dahulu.

Tapi menyoal strategi harga tersebut, ada satu hal yang menarik sebenarnya. Satu hal penting yang bisa membuat GrabFood mengcounter balik Go-Food. Jika diskon harga makanan datangnya dari restoran, maka GrabFood sebenarnya dianggap memiliki potensi oleh restoran. Kemunculan GrabFood akan menaikkan daya tawar dari restoran. Kehadiran GrabFood akan menjadi alternatif bagi restoran. Restoran tidak lagi hanya mengandalkan Go-Food sebagai mitra mereka. Jika restoran tidak puas dengan kinerja Go-Food, GrabFood adalah pilihan paling masuk akal berikutnya.

 

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s