Memandang Kenaikan Harga Epipen Mylan Dari Perspektif Etika Bisnis

Mylan Epipen

Sejak pertama kali menjual produk Epipen  (auto injector obat anti alergi) pada tahun 2007, Mylan berulangkali terus menaikkan harganya dari 100 US Dollar menjadi 600 USD Dollar saat ini. Hal ini dimungkinkan karena Mylan menguasai 90% dari pasar auto injector di Amerika. Hal ini menyebabkan kemarahan publik di Amerika dan meminta adanya pemeriksaan dari pengawas perdagangan di Amerika. Kenaikan harga yang dilakukan oleh perusahaan yang “memonopoli” sebuah industri acapkali menjadi perdebatan dan pertentangan. Bagaimana kemudian memandangnya dalam perspektif etika bisnis?

Mylan bisa mendominasi pasar auto injector dikarenakan berbagai hal. Pertama adalah karena pesaing utamanya Sanofi, melakukan penarikan produk karena adanya kecacatan pada produk. Kedua, karena pesaing potensialnya yakni Teva belum mendapatkan persetujuan dari Food and Drug Administration (BPPOMnya Amerika).

Yang membuat kenaikan harga itu diprotes sangat keras, adalah karena biaya produksinya yang sangat kecil dan epinephrine (bahan utama pembuat epipen) merupakan obat generik yang sudah lama dipergunakan. Jadi Mylan tidak mengeluarkan biaya riset dan pengembangan. Kesimpulannya adalah cost of goods soldnya sangat rendah dengan margin yang luar biasa besarnya. Sebagai pemimpin pasar, kenaikan harga ini tentunya akan mengatrol keuntungan Mylan ketingkat tertinggi.

Bagaimana memandangnya dari sisi etika bisnis?

Monopoli jelas merupakan praktek bisnis yang sangat-sangat dilarang. Hampir semua negara melarang praktek monopoli. Tak terkecuali di Indonesia. Hanya perusahaan-perusahaan yang menguasai hajat hidup orang banyaklah yang boleh memonopoli, itupun hanya perusahaan-perusahaan milik negara. Di Amerika pun sebenarnya tidak jauh berbeda.

Perusahaan yang melakukan monopoli dapat menentukan harga dengan suka-suka. Hal ini dapat dilakukan dengan cara otomatis menaikkan harga tanpa ada dasar alasan apapun (ini yang terjadi pada Mylan), atau dengan cara menaikkan atau menurunkan jumlah barang untuk mendapatkan efek tertentu (dengan memanfaatkan hukum supply and demand). Namun praktek monopoli sebenarnya memiliki keterbatasan dimana customer bisa menunda pembelian, atau mencari barang substitusi. Dalam kasus kenaikan harga Epipen, pengguna Epipen bisa saja menggunakan epipen bekas, atau kembali kepada suntikan tangan, yang mana hal tersebut sangatlah berbahaya.

Apa yang dilakukan oleh Mylan jelas sangat bertentangan dengan etika bisnis. Cara Mylan menaikkan harga padahal biaya produksi cenderung stabil dapat dipandang sebagai praktek mencari keuntungan berlebih tanpa memberikan manfaat kepada customernya. Mylan sebagai penyedia auto injector obat alergi seharusnya punya kesadaran yang lebih tinggi karena Epipen bisa saja menjadi masalah hidup dan mati bagi mereka yang memiliki alergi. Mylan dipandang terlalu mendramatisir isu hidup dan mati sebagai alasan mereka untuk menaikkan harga.

Mencari keuntungan adalah tujuan sebuah perusahaan didirikan dan sebagai customer tentu kita harus menyadari hal tersebut. Tapi mencari keuntungan dengan merugikan orang apalagi jika anda kemudian menaikkan gaji dan bonus anda seperti yang dilakukan oleh Mylan banyak hanya akan membuat usaha anda dikutuk orang.

 

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s