Juara-Juara ARA 2016

Juara ARA

Gelaran ARA 2016 usai sudah dengan diumumkannya para pemenang ARA 2016. Semakin ketatnya kriteria dan proses penjurian yang dilakukan oleh Dewan Juri serta semakin meningkatnya persaingan kualitas keterbukaan informasi yang disajikan, menjadikan gelaran ARA 2016 sebagai salah satu gelaran ARA yang paling menarik. Tengok saja, hanya 2 perusahaan yang mampu mempertahankan gelar juara 1nya tahun ini. Kedua perusahaan tersebut adalah Asuransi Jasa  Indonesia dan Bank Sumsel Babel.

Pada kategori BUMN Keuangan listed, Bank Negara Indonesia akhirnya kembali menjadi juara 1 setelah sebelumnya menjadi juara 1 pada tahun 2007. Posisi ke 2 ditempati oleh Bank Tabungan Negara yang tahun lalu menjadi juara 1. Sedangkan pada posisi ke 3 Sarana Multi Infrastruktur yang baru pada tahun ini bisa mentas di posisi 3 besar.

Pada kategori BUMN Keuangan Non Listed, Asuransi Jasa Indonesia berhasil mempertahankan gelar yang diraihnya pada tahun lalu sekaligus mencetak dua rekor sekaligus, yakni menjadi perusahaan pertama yang menjadi Juara 1 selama 5 tahun berturut-turut dan menjadi perusahaan terbanyak menjadi Juara 1 ARA sebanyak 7 kali. Ditempat kedua adalah Perum Jamkrindo yang terakhir kali berada di posisi 3 besar dua tahun lalu. Ditempat ketiga adalah ASABRI yang terakhir kali masuk 3 besar pada gelaran ARA 2011.

Aneka Tambang mencetak gelar juara 1 untuk kali kelima pada kategori BUMN Non Keuangan Listed setelah tahun lalu sama sekali tidak muncul pada posisi 3 besar ARA di kategori ini. Tidak hanya itu, Aneka Tambang juga berhasil kembali menjadi Juara Umum ARA. Perusahaan lain yang biasa menjadi langganan yang akhirnya muncul kembali adalah Perusahaan Gas Negara. Ditempat ketiga ada Garuda Indonesia yang baru kali ini masuk tiga besar setelah pernah menjadi juara 1 ARA kategori yang berbeda pada gelaran ARA 2008-2010.

Sementara itu Bio Farma tetap stabil di peringkat 2 pada kategori BUMN Non Keuangan Non Listed, sama seperti posisinya tahun lalu. Perum Peruri yang baru kali ini masuk ke dalam 3 besar ARA langsung menghentak dengan menjadi juara 1. Diposisi ke 3 bercokol Nindya Karya yang untuk pertama mentas di 3 besar ARA.

Pada kategori private keuangan listed, CIMB Niaga mendampingi Jasindo sebagai perusahaan terbanyak yang menjadi juara 1 ARA dengan jumlah gelar sebanyak 7 kali. Terakhir kali CIMB Niaga menjadi juara 1 adalah pada gelaran ARA 2012. Juara 1 ARA 2014, Bank Victoria Internasional membuntuti di peringkat ke 2. Bank QNB Indonesia berhasil masuk ke 3 besar ARA. Komposisi ini berbeda jauh dengan tahun lalu dimana pemenang tahun lalu pada kategori ini tidak ada satupun yang berhasil mempertahankan posisinya di 3 besar.

Pada private keuangan non listed, Bank Syariah Mandiri juara tahun lalu harus tersingkir dari 3 besar tahun ini. Posisinya digantikan oleh sesama anak perusahaan Bank Mandiri yakni Bank Mantap. Tugu Pratama Indonesia berada di posisi ke 2 dengan Bank Sahabat Sampoerna berhasil mempertahankan prestasinya di peringkat 3 besar ARA.

Pada private non keuangan listed. AKR Corporindo yang tahun lalu berada diperingkat ke tiga berhasil memperbaiki posisinya di gelaran ARA tahun ini dengan menjadi juara 1. Berada dibawahnya, adalah Indo Tambang Raya yang menempati posisi 2 dan Unilever di posisi 3. ABM Investama dan Elnusa yang berada pada posisi 1 dan 2 harus rela keluar dari 3 besar tahun ini.  Dikategori private non keuangan non listed, Semen Tonasa menjadi salah satu dari sekian banyaknya wajah baru yang berhasil menjadi Juara 1 ARA. Langganan 3 besar di kategori ini yakni Pupuk Kaltim dan GMF Aero Asia harus puas berada diposisi 2 dan 3.

Pergeseran juga terjadi pada kategori BUMD Listed dimana Bank Jatim, juara tahun lalu harus rela keluar dari 3 besar. Posisi pertama yang diraih tahun lalu harus rela direbut oleh Bank BJB yang sudah 5 tahun menunggu menjadi juara 1. Juara 1 ARA 4 tahun berturut-turut (2011-2014) Bank DKI yang tahun lalu terpuruk diluar 3 besar berhasil memperbaiki posisi dengan menjadi peringkat 3.

Sedangkan pada peringkat pertama kategori BUMD Non Listed tidak terjadi pergesaran dimana Bank Sumsel Babel tetap menjadi peringkat 1. Sedangkan MRT Jakarta berada di peringkat 2 BUMD Non Listed menandakan bahwa Pemprov DKI Jakarta berhasil menempatkan 2 BUMDnya mendapatkan penghargaan ARA yang sangat bergengsi. Diperingkat ketiga, Bank Kalsel tetap berada di tempat ketiga.

 

Advertisements

Blunder Komunikasi Pernyataan Resmi Sari Roti Tentang Pembagian Roti Gratis Pada #AksiSuperDamai212

sari-roti-gratis

Secara tiba-tiba Sari Roti mengeluarkan pernyataan resmi mengenai pembagian roti gratis pada #AksiSuperDamai #212 yang berlangsung pada hari Jumat, 2 Desember 2016 kemarin. Dalam pernyataannya, Sari Roti dengan tegas menyatakan bahwa Sari Roti sama sekali tidak terlibat dalam peristiwa pembagian produk roti secara gratis. Bukannya mendapatkan tanggapan positif, malah menjadi cibiran netizen di jagat dunia maya. Ada apa Sari Roti?

Continue reading

Bisakah Uber Eat Menjadi Pesaing Go-Food?

foods-apps

Setelah kemunculan Grab pada aplikasi pemesanan dan antar makanan dengan Grab Food, santer terdengar wacana Uber untuk masuk kedalam pasar ini juga dengan Uber Eat. Sebelumnya Uber memang sudah hadir dengan UberMartabak dan UberRawon. Disaat Food Panda mengibarkan bendera putih, bisakah UberEat nantinya memberikan persaingan yang sengit kepada Go-Food?

Continue reading

Tepatkah Strategi Lini Produk Dari Go-Jek?

lini-produk-gojek

Kehadiran Go-Auto dan Go-Med semakin memperluas jangkauan pelayanan yang dimiliki oleh Go-Jek. Dengan adanya 2 layanan tersebut, Go-Jek memiliki 13 varian layanan yang masing-masing memiliki segmentasinya sendiri-sendiri (14 jika termasuk Go-Pay). Setelah sebelumnya pernah diragukan akan kemampuan berkembang secara efektif karena dianggap tidak fokus karena mencoba masuk ke berbagai sektor industri. Tepatkah strategi lini produk dari Go-Jek?

Continue reading

Akankah GrabFood Menjadi Pesaing Hegemoni GoFood?

GoFood V GrabFood

Setelah diluncurkan setahun lebih, Go-Jek dengan layanan Go-Food yang relatif nyaman menjadi market leader di jasa pesan dan antar makanan kedatangan pesaing baru yang tak lain dan tak bukan adalah “rival” abadi mereka Grab. Walaupun masih hadir dengan layanan beta, GrabFood punya potensi besar untuk “mengusik” posisi Go-Food. Apakah “perang” di ranah jasa pesan dan antar makanan akan terjadi?

Continue reading

Perlukah Perusahaan Business To Business Menggunakan Sosial Media?

B2B

Penggunaan sosial media telah menjadi bagian dari strategi komunikasi dari berbagai perusahaan. Mulai dari yang menawarkan produk hingga kepada perusahaan jasa menggunakan sosial media untuk melakukan interaksi dengan para customer dan calon customernya. Untuk perusahaan retail yang menawarkan produk dan jasanya kepada konsumen perorangan (B2C – Business To Customer), penggunaan sosial media tentu menjadi krusial. Namun apakah perusahaan yang berbasis B2B (Business To Business) memerlukan sosial media?

Continue reading

Memandang Bihun Kekinian “Bikini” Dari Perspektif Pemasaran Yang Beretika

Bihun Kekinian 3

Netizen dan media mainstream kemarin ramai membicarakan mengenai Bihun Kekinian, sebuah makanan ringan berupa bihun yang bisa langsung dikonsumsi tanpa harus direbus terlebih dahulu atau digoreng terlebih dahulu. Yang membuat bihun kekinian menjadi heboh adalah penamaan brand produknya yang diberi nama bikini atau singkatan dari bihun kekinian, serta gambar visual kemasannya yang menyerupai bentuk wanita yang hanya mengenakan (maaf) bra dan (maaf) tight pants saja. Belum lagi taglinenya yang dianggap tidak senonoh yakni (maaf)  “remas aku”. Bagaimana memandangnya dari perspektif pemasaran yang beretika?

Continue reading

Barbertruck, Inovasi & Evolusi Tukang Pangkas Rambut “Dibawah Pohon Rindang”

Barbertruck Indonesia

Ketika awal bulan lalu saya berkunjung di Bandung, saya menemukan sebuah pemandangan menarik. Sebuah truck semacam food truck namun bertuliskan barbertruck. Asumsi awal saya, berdasarkan tulisan barber tersebut, barbertruck adalah barbershop keliling. Sebuah konsep yang sangat menarik menurut saya. Pertama, tentu akan memberikan pengalaman yang berbeda dan unik dibandingkan mencukur rambut di barbershop ataupun salon. Kedua, karena bentuknya truck dan sifatnya jelas mobile, maka barbertruck memiliki fleksibilitas dalam “menjemput” bola ke konsumen. Akankah barbertruck menjadi “ancaman” bagi barbershop konvensional? Atau mungkinkah barbershop melirik barbershop sebagai salah satu alternatif outlet mereka?

Continue reading

Lion Air : Benci Tapi Rindu Dalam Perspektif Prilaku Konsumen dan Kualitas Pelayanan

Lion Air

Delay belasan jam kembali harus dialami oleh customer Lion Air. Setelah pada bulan Februari tahun lalu, Lion Air kembali mengalami delay pada hari Minggu akhir bulan Juli kemarin. Anehnya sebagai perusahaan yang sering diasosiasikan dengan keterlambatan jadwalnya, Lion Air malah menjadi pemimpin market share di industri penerbangan domestic. Tahun 2015, market share Lion Air pada penerbangan domestic mencapai 35% dari total penumpang domestik. Lion Air dibenci karena sering delay, tetapi juga dirindukan. Apa yang menjadi penyebabnya? Benarkah harga murah menjadi “pemakluman” atas sering terlambatnya Lion Air?

Continue reading

Rumah Hobbit dan Suasana Eropa, Cara Cerdas Farmhouse Memasarkan Produk

Farmhouse

Bicara tentang Bandung, saya akan selalu terkagum-kagum dengan kreativitas warganya. Banyak tempat-tempat pariwisata Bandung, khususnya di Lembang yang selalu menjadi pembicaraan seperti De Ranch, Kampung Gajah, Floating Market dan termasuk juga Farmhouse. Apa saja yang menarik dan istimewa dari Farmhouse?

Continue reading